Penyakit Sosial Bernama Wibu Faktor Dampak dan Penanggulangannya

f

Akhir-akhir ini dunia media sosial sedang dihebohkan dengan berbagai “drama” dimulai dari “drama” cosplay dengan aurat terbuka, miku indomaret dan yang paling parah pada kasus OST31 Noragami. Hal ini bisa terjadi dikarenakan adanya penyakit sosial yang bernama wibu. Jadi apa itu wibu, bagaimana suatu pribadi bisa menjadi wibu, apa dampak-dampak yang bisa ditimbulkan wibu dan bagaimana cara agar bisa sembuh dan terhindar dari penyakit wibu tersebut. Mari kita bahas satu persatu.

photoshop-level-9999-54716

Wibu… mendengarnya saja kita sudah merasa kesal. Wibu termasuk penyakit sosial dimana seseorang mendedikasikan dirinya terlalu berlebihan terhadap sesuatu yang berbau Jepang. Tidak bisa dipungkiri wibu ini sangat menjengkelkan, mereka mendewakan segala sesuatu yang berbau Jepang, menggunakan kosakata Jepang yang dicampur adukkan dengan bahasa Indonesia, suka membully cosplayer yang tidak mirip dengan chara kesukaan mereka, bangga memakai atribut jejepangan bootleg, memamerkan koleksi downloadan bajakan kualitas rendah mereka di media sosial, marah kalau ada yang mengatakan anime adalah kartun, ingin hidup di dunia 2 dimensi dan masih banyak lagi perilaku wibu lain yang mengesalkan. Wibu di Indonesia bisa dikategorikan sudah termasuk dalam level yang sangat parah.

pixiv-52093192_1

Sama halnya dengan penyakit-penyakit sosial lainnya, penyakit sosial wibu pun tidak muncul langsung. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit sosial wibu ini muncul. Faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Tidak adanya figur yang bisa membimbing seorang wibu dalam memahami norma norma yang ada di masyarakat sehingga mereka melakukan sesuatu yang mereka sudah anggap benar secara terus menerus tanpa memperdulikan apakah hal itu sudah benar atau tidak. Kasus ini tampak pada “drama” cosplay love live dimana sang cosplayer dipanggil dengan sebutan “lacur” yang notabene sangat kasar dalam artiannya.

2. Proses sosialisasi yang negatif. Seseorang yang terjerumus dalam komunitas wibu, lambat laun akan menjadi wibu juga.

photoshop-anime-girlfriend

Penyakit sosial wibu yang ada di masyarakat tentu akan membawa dampak bagi pelaku maupun bagi kehidupan masyarakat pada umumnya.
1. Dampak Bagi Wibu itu sendiri
a. Memberikan pengaruh psikologis atau penderitaan kejiwaan serta tekanan mental terhadap si wibu itu sendiri karena akan dikucilkan dari kehidupan masyarakat atau dijauhi dari pergaulan.
b. Dapat menghancurkan masa depan si wibu itu sendiri.
c. Dapat menjauhkan si wibu dari Tuhan dan dekat dengan perbuatan dosa.
d. Perbuatan yang dilakukan si wibu dapat mencelakakan dirinya sendiri.

2. Dampak Bagi Orang Lain/Kehidupan Masyarakat
a. Dapat mengganggu keamanan, ketertiban dan ketidakharmonisan dalam masyarakat.
b. Merusak tatanan nilai, norma, dan berbagai pranata sosial yang berlaku di masyarakat.
c. Menimbulkan beban sosial, psikologis, dan ekonomi bagi keluarga pelaku.
d. Merusak unsur-unsur budaya dan unsur-unsur lain yang mengatur perilaku individu dalam kehidupan masyarakat.

So, jika kalian sudah tahu bahwa perilaku sebagai wibu tidak ada bagus bagusnya bahkan cenderung merugikan maka ada baiknya segeralah insyaf menjadi seorang wibu.

5592334_a4362177f331c4aedca37f21acdea385

Berikut tips-tips bisa dilakukan agar seseorang terhindar atau bisa sembuh dari penyakit wibu :

1. Hindari pemakaian kosakata khusus khas wibu. wibu biasanya menggunakan percakapan bahasa Jepang yang tidak lengkap, tata bahasa Jepang yang hancur dan terlalu didramatisir. Bagi si pelaku wibu menggunakan kosakata tersebut mungkin akan terasa keren dan hebat, akan tetapi tahukah kalian hal tersebut akan sulit dimengerti oleh orang awam. Beberapa kosakata yang sering dipakai oleh komunitas wibu dan harus dihindari antara lain :
Kawaii (かわいい)
Percakapan + desu (です)
Misalnya : “Saya baru download anime Naruto terbaru saya sugoii desu.”
Menambahkan akhiran seperti -kun (-くん) and -chan (-ちゃん)
Baka (ばか)
Sugoi (すごい)
Chibi (ちび)
Ne! (ね)

2. Jangan berlaku berlebihan terhadap sesuatu yang berbau Jepang. Mengasumsikan segala sesuatu yang berbau Jepang lebih superior daripada produk lainnya dapat mengakibatkan kamu dianggap aneh oleh orang sekitarmu dan pada akhirnya kamu bisa dikucilkan. Sebagai contoh para wibu biasanya akan bangga makan makanan Jepang daripada makanan yang lainnya atau menganggap anime lebih keren dan tidak mau menonton film lain selain anime.

3. Jangan berpakaian seperti karakter anime atau manga kesukaanmu pada kehidupan sehari hari. Kamu akan dianggap aneh oleh orang orang disekitarmu. Berpakaianlah secara normal dalam lingkungan masyarakat awam. Ada saat dan tempat dimana kamu bisa berpakaian atau bercosplay dengan bebas tanpa dianggap aneh seperti pada acara expo-expo anime atau acara lain sejenisnya.

4. Jangan hanya mengikuti anime dan manga saja. Tonton dan bacalah juga segala sesuatu yang berbau dokumenter Jepang. Ini adalah cara yang sangat baik agar kamu tahu bagaimana kondisi kehidupan dan budaya sehari-hari di sana. Hidup di Jepang tidak seperti surga yang anda bayangkan seperti di manga ataupun anime. Biaya hidup di Jepang sangat tinggi dan tidak sedikit orang yang melakukan bunuh diri karena depresi.

5. Ambillah kursus atau studi tentang Jepang baik itu bahasa maupun budayanya sehingga kamu dapat lebih memahaminya dan meluruskan persepsi tentang Jepang versi wibu yang selama ini kamu bentuk. Pemahaman terhadap suatu aspek budaya tanpa kamu pelajari dapat mengakibatkan persepsi yang salah dan melenceng.

6. Jangan pernah memamerkan hasil downloadan bajakan lowres yang pada akhirnya akan memalukan kalian sendiri. Jika menyukai produk jejepangan, cobalah juga untuk mensupport para seniman dan artis produk tersebut dengan membeli produk original karya mereka. Untuk membeli produk tersebut bisa kalian mulai dengan menabung. Meskipun tidak banyak, secara tidak langsung kalian sudah membantu mereka untuk tetap berkarya.

7. Hindari membully seseorang di media sosial dengan mengatasnamakan just for fun atau bait. Hindari juga mengshare segala sesuatu yang bisa memancing “drama”. Ingat ada kasus dimana seorang cosplayer bunuh diri karena dibully di media sosial. Kalau ini terjadi atas kesalahan kalian, maka kelak kalian akan mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut di akhirat.

8. Bersikaplah bijak dan tidak bertindak anarkis terhadap suatu isu yang ada. Pikirkanlah dampak negatif yang bisa kalian timbulkan. Seperti pada kasus OST31 Noragami, dengan bertindak anarkis di media sosial secara tidak langsung telah merugikan banyak orang terutama warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang.

Demikianlah tulisan ini dibuat semoga bermanfaat.

sumber : wiki, Crayonpedia

Facebook Comments
5 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!