Uesaka Sumire mengakui kalau beliau mempunyai Hasrat Sadistic yang terpendam

Di Museum Laforet Harajuku Tokyo digelar Pameran “Majo no Himitsu no Ten”, di pameran tersebut mendiskusikan Penyihir dari sisi sejarah dan juga dari sisi anime. Yang menjadi bintang tamu di acara tersebut adalah Uesaka Sumire yang mempunyai peran sebagai Penyihir Kiko di Concreto Revolutio.

Beliau mengatakan kalau penyihir yang dimainkannya mempunyai element manis, misteri, dan ceroboh. Uesaka Sumire juga menambahkan kalau beliau ingin menjadi penyihir sejak kecil karena melihat banyak anime bertema sihir.

main_large

Berkat Pameran ini, Uesaka Sumire mengerti kalau penyihir adalah simbol sisi gelap masyrakat dan eksis sebagai kejahatan yang diperlukan. Selain itu Beliau juga mengungkapkan sambil tersenyum kalau dulu dia ingin mencoba menyiksa seseorang, tapi sekarang beliau menyadari kalau membutuhkan uang yang cukup banyak untuk menyiksa seseorang.

Diantara alat penyiksaan yang ada di pameran, Uesaka sumire sangat tertarik dengan choke pear yaitu alat penyiksaan untuk mulut dan juga alat kelamin. Uesaka Sumire menyukai alat tersebut karena bentuknya yang kecil, sehingga bisa dibawa kemana-mana untuk menyiksa setiap saat.

~haah hah haah~ Sumippe Please Punish Me
4_large

Pameran “Majo no Himitsu no Ten” berisi peralatan yang didatangkan dari 30 negara seperti Jerman, Austria, dan Prancis. Pamerannya akan digelar sampai 13 Maret 2016, jadi kalau ada diantara kalian yang sedang ada di tokyo ayo kunjungi pamerannya.

Facebook Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!