[OtaScience] Mengenal 5 Tahapan Psikologis Seorang Maniaks Sebelum Bisa Menerima Berita Skandal

MLwkqKW

Baru-baru ini dunia permaniakan kembali dihebohkan dengan skandal esek-esek seorang seiyuu terkenal. Tidak tanggung-tanggung skandal tersebut muncul setelah perhelatan konser terakhir seiyuu tersebut dan grupnya selesai dilaksanakan. Ibarat sudah terbang tinggi tiba-tiba mesin mati dan jatuh seketika ke dalam jurang yang dalam, itulah perasaan yang dirasakan oleh para maniaks seiyuu tersebut. Berbagai perasaan muncul dan bergejolak dalam hati mereka bercampur aduk menjadi satu dan akhirnya meledak. Ada yang menghancurkan semua merch seiyuu kesayangan mereka tersebut dan ada pula yang melontarkan umpatan atau kata kasar kepada seiyuu kesayangan mereka di media sosial.

Semua itu merupakan kondisi psikologis saat seorang maniaks menghadapi kenyataan pahit yang menyedihkan bahwa idolnya sudah tidak pure lagi. Kondisi ini terbagi menjadi 5 bagian atau tahap emosi berikut saya rincikan :

1. Tahap penolakan (Denial Stage)

roboticsnotes-17-junna-crying-tears-sad-regret-sorrow-depressed

Tahap Penolakan merupakan bentuk mekanisme pertahanan pada diri seorang maniaks baik itu dilakukan secara sadar ataupun tidak sadar dalam menyangkal kenyataan tentang skandal idolnya, tahap ini biasanya hanya bersifat sementara dan tidak lama. Pada tahap ini seorang maniaks akan berusaha menyangkal dengan meyakinkan dirinya sendiri “Itu yang di video esek-esek bukan idol kesayanganku” atau “Tidak mungkin itu terjadi pada idol kesayanganku, idol kesayanganku masih pure“.

2. Tahap Kemarahan (Anger Stage)

vlcsnap-2014-09-21-05h14m42s177

Tahap kemarahan muncul saat tahap penolakan tidak dapat dilanjutkan. “Mengapa yang dicihuy idol kesayanganku? Bajingan Porn Guy di video tersebut! Tidak adil!” pada tahap ini biasa seorang maniaks akan kehilangan akal sehatnya. Kemarahan bisa ditumpahkan pada diri sendiri maupun pada orang lain bahkan pada idol itu sendiri. Mereka akan menghancurkan semua koleksi idol kesayangan mereka atau akan mengumpat idola mereka di media sosial tidak jarang mereka akan beradu argumen dan membuat masalah di media sosial. Pada tahap ini sebaiknya kita menjaga jarak dan tidak mempersalahkan apa yang diperbuat oleh maniaks tersebut.

3. Tahap Tawar Menawar (Bargaining Stage)

Plastic Memories - 13 - Large 22

Pada tahapan tawar-menawar biasanya seorang maniaks akan berharap tidak ada skandal yang menimpa idolanya dan berandai-andai skandal tersebut tidak pernah terjadi. Maniaks akan mencoba melakukan negosiasi kepada ‘dunia’ agar semua yang terjadi pada idolanya dapat ditarik kembali dan kemudian segala sesuatu menjadi seperti sedia kala ketika dia menganggap idolnya masih pure. Pernyataan “jika saja idolaku waktu itu…” “bagaimana jika idolaku…” “Andai kata idolku ngga dicihuy” membawa seorang maniaks untuk berintrospeksi diri. Tahapan ini tidak akan memberikan dampak apa pun terhadap situasi yang sedang dialami oleh maniaks. Biasanya, bisa saja si maniaks akan kembali pada tahap sebelumnya, yaitu tahap kemarahan, atau malah mungkin ke tahap selanjutnya, yaitu depresi.

4. Tahap Depresi (Depresion Stage)

2987354-3745062642-Sasuk

Pada tahap ini seorang maniaks akan mulai bisa menerima situasi tentang idolanya tersebut, namun para maniaks akan menunjukkan kesedihan yang mendalam dan ditunjukkan dengan sikap diam, shock, menyendiri, pura-pura tidak terjadi apa-apa dan menangis. Tidak direkomendasikan untuk mencoba menghibur maniaks tersebut pada tahapan ini, akan lebih baik maniaks tersebut mengobati luka mereka sendiri dan kita membiarkan proses ini berjalan dengan alami.

5. Penerimaan (Acceptance Stage)

little_busters-14-mio-smiling-tears-acceptance (1)

Pada tahapan ini seorang maniaks sudah bisa kenyataan tentang idolnya tersebut dan sudah bisa mulai move on walaupun belum move on sepenuhnya. “Apa boleh buat idolku sudah ngga suci lagi” “OK lah apa boleh buat saya juga ngga bakal bisa cihuy doi” “Saya hanya fans biasa” padahal kebanyakan maniaks yang idolanya kena skandal tidak akan pernah merasakan “OK”. Para tahap ini maniaks hanya dapat menerima kenyataan dan mungkin tetap mendukung idolanya tersebut atau malah pindah ke idola yang baru.

18yfjqxeyfmo3jpg

Kelima tahapan di atas dapat terjadi secara acak pada seorang maniaks. Tahapan yang dilalui seorang maniaks dapat berbeda-beda. Maniaks dapat berada pada tahap kemarahan tanpa berada pada tahap penolakan. Maniaks lain dapat berada pada tahapan tawar menawar dan penolakan pada saat yang bersamaan, dan kemudian akan berada pada tahap kemarahan. Untuk maniaks yang telah berada pada tahap penerimaan pun dapat kembali pada tahap kemarahan apabila muncul pemicu spesifik yang mengingatkan maniaks tersebut pada idolanya tersebut. Perbedaan-perbedaan tersebut terjadi biasanya karena pengaruh pada keadaan psikologis masing-masing maniaks tersebut maupun pada dukungan sosial yang ada.

So bagaimana dengan kalian maniaks tachi? pasti jawabannya #mintakode

sumber : Elisabeth kubler, volverhank, google

Leave a Reply