Industri Film Porno Jepang Meminta Maaf Menyusul Adanya Pemberitaan Perempuan Jepang Yang Dipaksa Tampil Pada Film Porno

makeup-room-1-e1436443230305

Industri “multi miliar dolar” pornografi Jepang telah mengeluarkan permintaan maaf secara resmi setelah munculnya pemberitaan bahwa sejumlah wanita di Jepang dipaksa untuk “bermain” dalam film porno tanpa persetujuan walaupun mereka sudah menolaknya. Pernyataan tersebut dikeluarkan pada hari Kamis (23/06) oleh The Intellectual Property Promotion Association (IPPA) yang mewakili industri film dewasa Jepang. Mereka mengatakan pihaknya sangat menyesal dan berjanji akan mengadakan perubahan untuk mengatasi persoalan tersebut.

2

Permintaan maaf tersebut dikeluarkan setelah pada awal bulan ini polisi menggerebek dan menahan tiga orang tersangka termasuk Norihide Murayama (49) pemilik perusahaan agensi di Tokyo Shibuya Ward yang bernama Marks Japan atas dugaan pelanggaran undang-undang perburuhan Jepang.

3

Polisi menahan para tersangka tersebut setelah adanya laporan dari seorang wanita muda. Mereka mengancam wanita tersebut dan memaksa wanita tersebut untuk melakukan adegan seks untuk lebih dari 100 judul film porno.

3

Para korban agensi tersebut awalnya mengira mereka akan dipekerjakan sebagai model gravure tetapi belakangan diketahui mereka memaksa para korbannya untuk bermain dalam film porno dan mengancam mereka harus membayar denda dan akan memberitahu orang tua mereka jika mereka menolak karena melanggar kontrak.

japanese-porn-av-shoot-nakadashi-9

Pornografi tersedia secara luas di Jepang, tapi sisi gelap dari industri ini jarang dibicarakan secara terbuka dan hak-hak mereka yang bekerja di dalamnya juga tidak begitu jelas diketahui. Beberapa agensi yang berkecimpung dalam industri film panas diketahui memaksa sejumlah wanita muda bahkan yang masih berusia dibawah umur untuk meneken kontrak dan tampil dalam film porno. Beberapa aktris bahkan mengatakan mereka dipaksa untuk melakukan hubungan intim secara berulang tanpa proteksi bahkan diperkosa beramai-ramai selama pembuatan film.

20160304-00055051-roupeiro-000-12-view

Menurut Human Rights Now, sebuah kelompok advokasi yang mengkampanyekan hak asasi manusia dan berbasis di Tokyo mengatakan bahwa jumlah perempuan yang mencari konseling atas pelanggaran industri di Jepang melonjak lebih dari 80 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

source : japantimes

Facebook Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!