Bencana Nuklir Fukushima After Effect dan Kebenaran Yang Disembunyikan Oleh Pemerintah Jepang

ad_199052788

Pada tahun 2011 Jepang dilanda gempa bumi di lepas pantai Samudra Pasifik wilayah Tohoku dan gempa tersebut menciptakan gelombang tsunami yang sangat dahsyat menghantam dan mengakibatkan estimasi 60.000 nyawa melayang. Bencana tersebut juga menghancurkan ratusan sampai ribuan gedung mengakibatkan kerugian yang ditaksir bisa mencapai 210 Milyar Dollar sehingga membuatnya menjadi salah satu bencana alam paling mahal yang pernah terjadi di dunia. Bencana tersebut juga mengakibatkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daichi gagal beroperasi dan meledak mengeluarkan material radioaktif dalam jumlah yang besar ke udara mengingatkan kita pada kejadian bencana nuklir Chernobyl di Ukraina yang terjadi pada tahun 1986.

FUTABA, JAPAN - MARCH 14: In this satellite view, the Fukushima Dai-ichi Nuclear Power plant after a massive earthquake and subsequent tsunami on March 14, 2011 in Futaba, Japan. Japanese officials report that a fire at the stricken Fukushima nuclear power plant has released radioactive material into the air in the latest development in the chaos wrought by the recent earthquake and tsunami that have left at least 10,000 people dead in northeastern Japan. (Photo by DigitalGlobe via Getty Images)

Setelah beberapa tahun bencana nuklir ini berlalu, pemerintah seolah menutup rapat permasalahan tersebut dan kita sepertinya dibuat lupa seakan tidak ada masalah yang terjadi, padahal efek dan dampak yang diakibatkan oleh ledakan tersebut hanyalah sebuah permulaan dari efek berkepanjangan yang akan timbul nantinya tidak hanya di Jepang namun juga secara global.

Untitled4

Sejak kejadian bencana di Fukushima, lebih dari 160 ribu penduduk dievakuasi dari daerah terkontaminasi di sekitar Fukushima. Banyak diantara mereka yang bingung dan hanya sedikit yang mengetahui tentang bencana tersebut. Mereka mengira setelah bencana ini berakhir, para penduduk akan diperbolehkan kembali ke rumahnya masing-masing dalam waktu 2-3 hari. Akan tetapi pihak pemerintah Jepang telah menetapkan beberapa daerah di sekitar daerah Fukushima sebagai daerah yang tidak bisa ditinggali. Ketika evakuasi terjadi pertama kali pihak pemerintah Jepang tidak memberitahu penduduk setempat tentang level radiasi yang ditimbulkan dan tetap menimbulkan pertanyaan dikalangan penduduk sampai sekarang.

fukushima-nuclear-power-plant

Bencana tsunami tersebut menimbulkan ledakan besar dan menghancurkan dua sampai tiga reaktor nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daichi mengakibatkan kekhawatiran global tentang bencana nuklir yang akan terjadi.

Untitled4

Hiroshi Kawauchi yang pada waktu itu mengakuisi penanganan bencana tersebut mengatakan partikel radioaktif yang menyebar melalui udara memiliki level cesium radioaktif yang melebihi bom nuklir Hiroshima sebanyak 168 kali. Akan tetapi pemerintah Jepang seolah meminimalisasi efek-efek yang akan terjadi dan memberitahu kita untuk tidak khawatir dan semuanya baik baik saja.

Untitled4

Ada keraguan diantara penduduk tentang racun radiasi yang ditimbulkan dan apakah di beberapa lokasi yang dekat dengan lokasi bencana tersebut masih layak ditinggali. Terlalu banyak rahasia yang ditutupi oleh pemerintah Jepang bahkan alat yang memonitoring level radiasi pun disetting ke level yang terendah.

Untitled4

41 mil dari lokasi bencana PLTN Fukushima Daichi terdapat Sekolah Dasar Iwae dimana seorang penduduk lokal bernama Kayoko Hashimoto membuat sebuah misi untuk membongkar kebohongan pemerintah.

Untitled4

Hasil dari misinya tersebut ternyata cukup mencengangkan karena setelah dilakukan pengecekan ternyata level radiasi yang ditimbulkan bisa mencapai 2 kali lipat melebihi alat monitoring yang dipasang pemerintah dan ketika dia bergerak lebih jauh dari alat tersebut maka level radiasi yang muncul menyimpang semakin jauh bahkan 20 kali lipat dari alat monitoring yang dipasang pemerintah didaerah sekolah tersebut. Pemerintah Jepang tidak pernah memberitahu hal tersebut meskipun ada orang hamil dan anak-anak yang tinggal disana.

Untitled4

Dr. Jojio Taki peneliti dari Universitas Ryukyus di Okinawa meneliti tentang efek radiasi tersebut dengan menggunakan kupu-kupu. Siklus umur kupu-kupu hanya berlangsung selama 1 bulan sehingga efek radiasi dari makanan yang terkontaminasi dan pengaruhnya untuk beberapa generasi dapat diteliti dalam waktu yang singkat. Peneliti mengumpulkan tanaman dari daerah sekitar Fukushima dan daun-daun tanaman tersebut diberikan kepada larva kupu-kupu yang sehat.

Untitled4

Hasil dari penelitian Dr. Taki tersebut menunjukkan efek yang mengerikan dari makanan terkontaminasi zat radiaokaktif apabila dimakan oleh organisme yang sehat. Efek mengerikan tersebut akan menjadi semakin parah pada generasi ke dua dan generasi selanjutnya karena akan mengakibatkan mutasi pada sel-sel tubuh.

Untitled4

Hal tersebut tentu sangat mengerikan mengingat bahwa pertanian adalah sektor utama industri di daerah Fukushima. 49 mil dari PLTN Fukushima Daichi di daerah Sukagawa terdapat seorang petani bernama Kazuya Tarukawa. Usaha pertaniannya tersebut sudah dikelola oleh keluarganya sebanyak 8 generasi.

Untitled4

Pada waktu setelah kejadian tsunami tersebut, pihak pemerintah Jepang mengijinkan ayahnya untuk menjual produk pertanian mereka seperti biasanya tanpa melakukan pengecekan limit dari radiasi pada produk pertanian tersebut. Seperti diketahui pemerintah Jepang menetapkan limit radiasi pada produk pertanian adalah sebanyak 100 becquerels per kilogram. Namun pada saat itu mereka memproduksi produk pertanian yang limit radiasinya mencapai 3000 becquerels per kilogram tanpa mengetahuinya. Dihantui rasa bersalah karena telah menjual produk berkontaminasi tinggi selama 2 minggu ayah Kazuya Tarukawa akhirnya depresi dan memutuskan untuk bunuh diri dengan cara gantung diri.

Untitled4

Setelah 3 tahun kejadian tersebut berlalu keluarga Tarukawa akhirnya memulai untuk menjual produk pertanian mereka lagi. Proses penetralan radiasi telah dilakukan oleh pemerintah. Mereka datang dan membongkar humus tanah pada daerah terkontaminasi memasukannya ke dalam kantong sampah dan mengumpulkannya.

Untitled4

Sampai saat ini pihak pemerintah masih bingung dan tidak tahu dimana mereka akan membuang 250 ribu ton tanah yang terkontaminasi radiasi itu dan tanah tersebut masih terlantar di daerah Fukushima.

Untitled4

Fisikawan Jepang Michio Kaku menjelaskan bahwa ini hanyalah suatu permulaan dari efek panjang yang akan ditimbulkan oleh radiasi Fukushima tersebut. Pada PLTN normal radiator akan berputar mengelilingi air dingin dan menjaga reaktor didalamnya agar tetap dingin. Akan tetapi pada waktu kejadian tsunami tersebut, air bah menghantam sistem pendingin tersebut dan inti reaktor mulai hancur meleleh sehingga akhirnya meledak.

Untitled4

Bahkan sampai sekarang sistem tersebut masih tidak berfungsi dengan normal. Ratusan ton air harus menyirami reaktor tersebut setiap hari dan konsekuensinya air tersebut terekspos radiasi.

Untitled4

Air yang mengandung radiasi tersebut harus dipindahkan ke dalam tangki penyimpanan karena berbahaya. Sejak ledakan itu terjadi pihak pemerintah telah membangun banyak tangki yang ditempatkan disekitar PLTN Fukushima tersebut dan tangki-tangki tersebut berisi 90 juta galon air yang terkontaminasi zat radiokatif.

Untitled4

Meunurut Michio Kaku hal yang dilakukan pemerintah itu sebenarnya adalah hal yang sia sia dan mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan sebenarnya dengan air terkontaminasi tersebut.

Untitled4

Hal tersebut semakin diperparah dengan terserapnya air yang mengandung zat radioaktif tersebut kedalam tanah dan tidak ada yang tahu berapa banyak air beradiasi yang terlepas ke laut.

Untitled4

Pihak Tepco yang merupakan operator pusat reaktor pembangkit energi tenaga nuklir Daiichi di Fukushima juga tidak banyak berbicara mengenai hal ini dan mereka menutupi permasalahan tersebut. Menurut salah satu pegawai yang pernah bekerja di perusahaan tersebut, Tepco seolah ingin menutupi seberapa parah air beradiasi yang terserap dan terbuang ke laut.

Untitled4

Problem lainnya yang ditutupi Tepco adalah masalah peralatan dan bangunan PLTN yang sudah mulai rusak bahkan ada kemungkinan sistem pendingin yang bisa tiba-tiba berhenti berfungsi.

Untitled4

Tentu ada sesuatu yang terjadi disana dimana pihak Tepco maupun pemerintah Jepang tidak ingin hal tersebut sampai terekspos keluar. Pada tanggal 5 Desember 2013 pihak pemerintah Jepang mengesahkan sebuah undang-undang yang isinya bagi siapa saja yang membocorkan rahasia pemerintah akan diberikan sanksi penjara 10 tahun. Tentu UU ini bisa membungkam tentang apa yang sebenarnya terjadi pada bencana nuklir fukushima tersebut dan bagi para penduduk Jepang ini artinya mereka tidak bisa lagi mengetahui informasi yang sebenarnya.

Untitled4

Meskipun pemerintah Jepang mencoba menutup-nutupi masalah tersebut, namun hal itu tidak bisa mengubah kenyataan gelap tentang bencana radiasi nuklir dan after effect mengerikan yang akan tampak pada generasi yang akan datang. Jika ini dilanjutkan tidak hanya Jepang saja yang berada dalam bahaya bahkan semua ekosistem global bisa terancam.

source : VICE VICE on HBO

Facebook Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!