Brexit Dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Jepang

hand-holding-brexit-sign-eu-referendum

Hasil voting para warga Inggris yang memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa berefek pada perusahaan-perusahaan Jepang yang telah berinvestasi di Inggris dan menjadikannya sebagai pusat operasi mereka di pasar Eropa, selain itu efek dari referendum tersebut juga menambah ketidakpastian pertumbuhan global yang sudah melambat di negara-negara berkembang. Pasar keuangan dunia gelisah menyusul dengan dampak Brexit.

103746200-2ED4-BL-0627tokyo.600x400

Pasar keuangan Tokyo panik seiring dengan hasil sementara dari referendum Inggris yang mengindikasikan bahwa Inggris mungkin akan memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa. Yen melonjak melewati level 100 Per Dolar AS untuk pertama kalinya sejak November 2013 dan saham-saham Tokyo berakhir melemah tajam dengan indeks acuan Nikkei 225 kehilangan hampir delapan persen, menandai penurunan terburuk dalam lebih dari 16 tahun terakhir.

BN-OR024_autore_P_20160627052508

Menurut Teikoku Databank, sekitar 40 persen dari 1.380 perusahaan Jepang yang beroperasi di Inggris bergerak di bidang manufaktur. Produsen mobil seperti Toyota, Nissan dan Honda mengekspor lebih dari tiga-perempat kendaraan mereka yang dirakit di pabrik Inggris ke pasar Uni Eropa. Komunitas bisnis Jepang memandang Inggris sebagai pintu gerbang untuk masuk ke pasar tunggal Eropa. Jika Inggris meninggalkan Uni Eropa, dapat berdampak pada bea terhadap mobil pabrikan Inggris yang dijual di Uni Eropa.

Pelaku industri juga harus menghadapi tantangan baru yaitu ketidakpastian, ketidakstabilan ekonomi dan dampak yang tidak diragukan lagi dalam hal biaya, pengaruh dan kemudahan bisnis. Produsen Jepang terpaksa akan meninjau ulang investasi mereka di Inggris bahkan mengalihkan sebagian operasi mereka ke benua lain yang berarti 140 ribu pekerja bisa kehilangan pekerjaannya. Keluarnya Inggris juga akan menyulitkan negosiasi antara Jepang dengan Uni Eropa untuk melakukan perjanjian kemitraan ekonomi

IMG_8F7FCE-AB5372-23CB5E-00B26C-C63372-DE4D38

Para pemimpin keuangan G-7 setuju untuk mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan pasar keuangan setelah adanya voting Brexit dan pemerintah serta Bank Sentral Jepang mengatakan bahwa Tokyo siap untuk ikut campur tangan di pasar keuangan untuk menghentikan laju kenaikan nilai Yen. Tetapi dampak intervensi dari Jepang sendiri akan dihadapkan dengan suatu lanskap pasar dalam jangka panjang yang masih belum jelas.

Japan-PM-1024x693

Bagaimana keluarnya Inggris dari pasar tunggal Uni Eropa bisa mempengaruhi perusahaan-perusahaan Jepang berinvestasi di Inggris tergantung pada hasil negosiasi yang akan dimulai setelah Inggris memilih perdana menteri yang baru pada bulan September nanti. Hasil referendum Inggris yang memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa juga tidak langsung otomatis. Inggris harus membuat permintaan ke Uni Eropa untuk keluar. Ada proses negosiasi, pembicaraan tarif, migrasi, dan non tariff barrier. Diperlukan waktu 2 tahun dan implikasinya biasanya dalam jangka panjang

brexit-7595

Berbagai upaya harus dilakukan untuk menghentikan dampak dari Brexit yang dapat berubah menjadi sumber resesi global. Baik pemerintah serta pelaku bisnis Jepang harus tetap waspada dan memainkan peran utama di dalamnya untuk menghentikan dampak dari Brexit yang dapat merugikan prospek ekonomi.

source : japantimes

Facebook Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!