[OtaScience] Sejarah Perkembangan Islam Di Jepang Part 1

Untitled

Sejarah Islam di Jepang bisa terbilang masih relatif belia bila dibandingkan dengan negara-negara lain di seluruh dunia. Islam adalah salah satu agama minoritas terkecil di Jepang. Populasi muslim di Jepang sebagian besar didominasi oleh orang Indonesia dan komunitas ekspatriat kecil lainnya yang mewakili kurang dari 0.08% total penduduk di Jepang. Sementara muslim Jepang sendiri diperkirakan terdiri dari 0.008% total jumlah penduduk di Jepang. Tidak terdapat sebuah catatan-catatan sejarah yang terperinci tentang hubungan antara agama Islam dengan Jepang ataupun sejarah yang konkret tentang penyebaran agama Islam di Jepang sebelum tahun 1868, namun terdapat beberapa catatan tidak langsung yang menceritakan kontak antara penduduk Jepang dan orang-orang muslim dari negara lain.

nn20130712a5a

Meskipun masih memiliki jumlah penganut yang sedikit namun tidak ada salahnya kita mempelajari tentang sejarah perkembangan agama Islam di Jepang. Berikut mimin akan membahas sejarah tentang Islam di Jepang yang akan diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu kontak awal Islam dengan Jepang, kehadiran Islam di Jepang dan Islam Modern di Jepang agar mudah untuk dipahami oleh para pembaca.

Kontak Awal Islam Dengan Jepang

Ada beberapa arsip terisolasi yang menceritakan kontak antara Islam dan Jepang sebelum negara tersebut terbuka pada tahun 1853.

1. Abad Pertengahan

Ibn Khordadbeh
Ibn Khordadbeh

Catatan paling awal tentang Jepang di dunia Barat dapat ditemukan pada karya seorang kartografer muslim Eropa bernama Ibn Khordadbeh, yang secara jelas menyebutkan Jepang adalah “daratan Waqwaq“. Dia menyebutkannya sebanyak dua kali : “China bagian Timur adalah daratan Waqwaq yang sangat kaya akan emas yang digunakan penduduk lokal untuk membuat kalung rantai untuk anjing dan monyet mereka. Mereka membuat jubah tenun dari emas. Kayu Hitam (sejenis pohon penghasil kayu mahal) terbaik dapat ditemukan disana.” dan : “Emas dan kayu hitam diekspor dari daratan Waqwaq.”

Peta Mahmud al-Kashgari Diwan (abad ke 11)
Peta Mahmud al-Kashgari Diwan (abad ke 11)

Peta Mahmud Kashgari seorang sarjana Uighur yang dibuat pada abad ke 11 menunjukkan jalur darat dari Jalan Sutra dan Jepang berada pada batas paling timur dalam peta tersebut.

2. Konflik Dinasti Yuan dengan Jepang

Samurai Suenaga menghadapi panah dan bom dari Mongol . Moko Shurai Ekotoba (蒙古 襲来 絵 詞), sekitar tahun 1293
Samurai Suenaga menghadapi panah dan bom dari Mongol . Moko Shurai Ekotoba (蒙古 襲来 絵 詞), sekitar tahun 1293

Dinasti Yuan dipimpin oleh cucu Genghis Khan yang bernama Kubilai Khan, meskipun tidak secara langsung menyatakan Islam sebagai agama resmi dinastinya, saat itu pembesar-pembesar bangsa Mongol dinasti Yuan sebagian besar memeluk agama Islam.

Pasukan Mongol
Pasukan Mongol

Invasi ke tanah Jepang berlangsung sebanyak dua kali. Invasi pertama dilakukan pada tahun 1274 di mana pasukan Mongol bergabung dengan pasukan Korea (pada umumnya budak) mendarat di teluk Hakata. Pada saat mereka hendak mencapai daratan Jepang, pasukan tersebut dihantam oleh badai Tsunami yang menghancurkan pasukan serta pangan mereka hingga tiga per empatnya. Pasukan yang mendarat di teluk Hakata tidak memiliki pangan dan senjata yang cukup untuk melawan pasukan Jepang. Mereka akhirnya dihancurkan oleh pasukan Samurai.

Kapal Mongol
Kapal Mongol

Pada tahun 1281 ratusan ribu pasukan Mongol kembali mendarat untuk kedua kalinya didaratan Jepang dan berhasil memenangkan perang, namun pada malam harinya terjadi Tsunami ganda yang menghancurkan perkemahan mereka serta kapal-kapal mereka lebih parah dengan apa yang terjadi sebelumnya pada tahun 1274. Pasukan Mongol yang tersisa sedikit tersebut kemudian dihancurkan oleh pasukan samurai dan hal tersebut menandakan akhir invasi dari pasukan Mongol ke Jepang

3. Catatan Dinasti Ming

Duta Besar Dari Dinasti Ming Tiba di Edo
Duta Besar Dari Dinasti Ming Tiba di Edo

Pada masa Dinasti Ming, ibukota Nanjing dijadikan sebagai pusat studi agama Islam. Kaisar Zhu Yuanzhang yang mendirikan Dinasti Ming memiliki banyak panglima yang memeluk agama Islam. Pada masa tersebut terjadi kontak antara Jenderal Dinasti Ming Lan Yu dari suku Hui dengan para penempa pedang dari Jepang. Pada waktu polisi rahasia menggeledah kediamannya ditemukan 10.000 katana. Pemerintahan Dinasti Ming yang tidak senang dengan kedekatan sang Jendral dengan Kyoto pun akhirnya mengeksekusi sang jenderal dan lebih dari 15.000 orang yang diduga terlibat dalam pengkhianatan.

4. Catatan Portugis

Para Pedagang Portugis Mendarat di Jepang
Para Pedagang Portugis Mendarat di Jepang

Catatan awal bangsa Eropa tentang para muslim dan kontaknya dengan Jepang dilaporkan oleh pelaut Portugis yang menyebutkan bahwa penumpang kapal mereka yang berkebangsaan Arab mengajarkan Islam kepada orang-orang Jepang. Dia berlayar ke pulau-pulau di Malaka pada tahun 1555.

5. Catatan Modern

Kapal Belanda
Kapal Belanda

Kontak antara Jepang dan muslim modern pertama adalah dengan bangsa Indonesia yang bertugas di kapal Inggris dan Belanda pada akhir abad ke-19.

Pada akhir tahun 1870an biografi tentang kehidupan Nabi Muhammad diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang. Namun kontak Islam dengan Jepang pada saat itu hanya terbatas sekedar untuk mempelajari budaya dan sejarah yang sebagian besar dilakukan oleh para intelektual.

Kekaisaran Ottoman
Kekaisaran Ottoman

Sebelum tahun 1900, hanya ada dua negara di Asia yang menikmati kemerdekaan penuh, yaitu Kekaisaran Ottoman di Turki dan Kekaisaran Jepang. Karena berada di bawah tekanan negara Barat, kedua negara tersebut memutuskan untuk menjalin hubungan persahabatan dan mulai bertukar kunjungan.

Pangeran Komatsu Akihito
Pangeran Komatsu Akihito

Kontak tersebut dilakukan pada tahun 1890an ketika waktu itu Kekaisaran Ottoman mengirimkan sebuah kapal angkatan laut ke Jepang dengan tujuan untuk menghormati kunjungan Pangeran Jepang Komatsu Akihito yang berkunjung ke Konstantinopel beberapa tahun sebelumnya.

 Ertugrul
Ertugrul

Akan tetapi kapal yang diberi nama Ertugrul tersebut dihancurkan oleh badai yang terjadi di sepanjang pantai Prefektur Wakayama pada 16 September 1890 dalam perjalanan pulang ke negara mereka dan menewaskan 540 penumpang dari 609 penumpang termasuk saudara Sultan Abdul Hamid II, Laksamana Osman Pasha.

Torajiro Yamada
Torajiro Yamada

Pihak kekaisaran Jepang kemudian mengirim dua buah kapal untuk membawa para korban yang selamat pulang ke Istanbul. Seorang wartawan muda Jepang yang bernama Shotaro Noda (ada yang menyebutnya sebagai Torajiro Yamada) ikut serta dalam perjalanan tersebut. Beliau mengumpulkan uang sumbangan dari warga Jepang untuk diberikan kepada keluarga korban yang meninggal.

Sultan Abdul Hamid II
Sultan Abdul Hamid II

Setelah sampai di Istanbul beliau menyerahkan uang sumbangan tersebut kepada pihak berwenang Turki, Shotaro juga sempat bertemu langsung dengan Sultan Abdul Hamid yang kemudian memintanya untuk tinggal di Istanbul dan mengajarkan bahasa Jepang ke para pejabat Ottoman. Selama tinggal di Istanbul, beliau bertemu dengan Abdullah Quilliam, seorang muslim yang berasal dari Liverpool.

Abdullah Quilliam
Abdullah Quilliam

Dari Abdullah Quilliam kemudian Shotaro mengenal Islam dan akhirnya menjadi seorang muslim mengambil nama Abdul Haleem Noda (ada yang menyebutnya sebagai Abdul Khalil Yamada). Beliau diyakini sebagai orang Jepang pertama yang memeluk agama Islam.

Pada akhir abad 19 sekelompok pedagang muslim India juga diketahui telah tinggal di Tokyo, Yokohama dan Kobe. Mereka dianggap sebagai komunitas muslim pertama di Jepang.

bersambung ke part 2 – kehadiran Islam di Jepang –

source : wikipedia islamic monitor

Facebook Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!