[OtaScience] Sejarah Perkembangan Islam Di Jepang Part 2

Untitled

Kehadiran Islam di Jepang

Pada akhir abad 19 sekelompok pedagang muslim India diketahui juga telah tinggal di Tokyo, Yokohama dan Kobe. Mereka dianggap sebagai komunitas muslim pertama di Jepang.

Komunitas Tatar Berfoto Pada Saat Peresmian Masjid Kobe
Komunitas muslim Turko-Tatar Berfoto Bersama Pada Saat Peresmian Masjid Kobe

Komunitas muslim nyata di Jepang dimulai pada saat datangnya beberapa ratus pengungsi muslim Turko-Tatar yang berasal dari Asia Tengah dan Rusia yang mengungsi pada saat Revolusi Oktober di masa Perang Dunia I. Para muslim tersebut diberi suaka dan menetap di beberapa kota utama di Jepang dan membentuk beberapa komunitas kecil. Diperkirakan mereka berjumlah kurang dari 600 orang pada tahun 1938.

Masjid Kobe Yang Tetap Kokoh Pada Saat Terjadi Serangan Bom Saat Perang Dunia II
Masjid Kobe Yang Tetap Kokoh Setelah Terjadi Serangan Bom Udara Saat Perang Dunia II

Komunitas muslim Turko-Tatar tersebut juga membangun Masjid di Kobe yang selesai pada tahun 1935. Beberapa orang Jepang diketahui memeluk agama Islam melalui kontak dengan umat muslim tersebut.

Kotaro Yamaoka
Kotaro Yamaoka (Omar Yamaoka)

Orang Jepang pertama yang pergi menunaikan ibadah haji diketahui bernama Kotaro Yamaoka. Yamaoka adalah seorang anggota kelompok nasionalis Jepang bernama Black Dragon Society (Kokuryukai) dan bekerja sebagai dinas intelijen di Manchuria sejak masa perang Rusia-Jepang. Beliau menjadi mualaf pada tahun 1909 di Bombay setelah bertemu dengan seorang penulis berkebangsaan Rusia bernama Abdurresid Ibrahim dan mengambil nama muslim Omar Yamaoka.

Masjid Tokyo
Masjid Tokyo

Kedua orang tersebut kemudian melakukan perjalanan ke Turki dengan tujuan meminta persetujuan Sultan Abdul Hamid II untuk membangun sebuah masjid di Tokyo. Persetujuan ini diberikan pada tahun 1910 dan Masjid tersebut selesai dibangun pada tahun 1938 dengan dukungan finansial dari Zaibatsu ( Badan usaha raksasa industri dan bisnis keuangan konglomerat pada masa Kekaisaran Jepang ).

Abdurresid Ibrahim
Abdurresid Ibrahim

Imam pertama masjid tersebut adalah Abdurresid Ibrahim (1857-1944) yang kemudian digantikan oleh Abdulhay Qorbangali (1889-1972).

Untitledq

Liga Besar Muslim Jepang (Dai Nihon Kaikyo Kyokai) didirikan pada tahun 1930 dan menjadi organisasi Islam resmi pertama di Jepang. Organisasi tersebut mendapatkan dukungan dari kalangan imperialis selama perang dunia ke 2 dan menyebabkan studi Islam menjadi booming.

IMG_2098[1]

Selama periode itu lebih dari 100 buku dan jurnal tentang Islam diterbitkan di Jepang dengan tujuan untuk membekali para pasukan Jepang dengan pengetahuan dan pemahaman tentang Islam karena pada saat itu daerah pendudukan Jepang berada di China dan Asia Tenggara yang didominasi oleh komunitas muslim. Studi tentang Islam yang saat itu hanya sebatas pada bidang ilmu kebudayaan dan pengetahuan dan tidak mencerminkan dasar dari kedalaman studi tersebut sehingga setelah Perang Dunia II berakhir pada tahun 1945 organisasi dan pusat penelitian tersebut menghilang dengan cepat.

Islam Modern Di Jepang

Invasi Jepang ke China dan Asia Tenggara selama perang Dunia II membuat pasukan Jepang melakukan kontak dengan umat muslim. Mereka yang masuk Islam kembali ke Jepang dan mendirikan organisasi muslim modern pertama pada tahun 1953 dipimpin oleh Sadiq Imaizumi.Pada saat peresmian anggota organisasi ini berjumlah 65 dan meningkat dua kali lipat sebelum beliau meninggal pada tahun 1959.

Umar Mita
Umar Mita

Pemimpin kedua dari asosiasi tersebut bernama Umar Mita yang juga merupakan generasi tua yang belajar tentang Islam dari wilayah yang diduduki kekaisaran Jepang pada saat perang Dunia II. Pada saat itu dia bekerja untuk perusahaan Manshu Railway yang menguasai wilayah teritori Jepang di provinsi timur laut Cina. Melalui kontak dengan Muslim di Cina, beliau menjadi seorang Muslim di Peking.

Umar Mita memberikan Alquran terjemahan Jepang kepada Duta Besar Saudi Arabia
Umar Mita memberikan Alquran terjemahan Jepang kepada Duta Besar Saudi Arabia

Ketika kembali ke Jepang setelah perang berakhir, beliau menunaikan ibadah haji dan menjadikannya orang Jepang pertama yang menunaikan ibadah haji pasca Perang Dunia ke II.

Alquran Terjemahan Jepang
Alquran Terjemahan Arab – Jepang

Beliau juga menterjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jepang secara perspektif untuk pertama kalinya. Aljazeera pada saat itu membuat sebuah film dokumenter yang terinpirasi dari beliau tentang Islam dan Jepang yang berjudul “Road to Hajj – Japan”.

Meskipun banyak organisasi Islam yang didirikan sejak tahun 1900-an, masing-masing dari mereka hanya memiliki sedikit anggota yang aktif.

Pada tahun 1970-an “Booming Islam” kembali terjadi lagi di Jepang kali ini disebabkan oleh “Booming Arab” setelah krisis minyak pada tahun 1973. Menyadari pentingnya Timur Tengah dan cadangan minyak mereka yang sangat besar bagi ekonomi Jepang, media massa Jepang memberikan publisitas besar untuk Dunia Muslim pada umumnya dan Dunia Arab pada khususnya.

Data Statistik Muslim Di Jepang

3192_709

Komunitas Muslim di Jepang memiliki sejarah lebih dari 100 tahun. Beberapa sumber menyatakan bahwa pada tahun 1982 umat Islam di Jepang berjumlah 30.000 jiwa (separuhnya adalah penduduk asli). Selama boom ekonomi pada tahun 1980-an beberapa wanita etnis Jepang menjadi mualaf ketika sejumlah besar imigran dari Asia datang dan berbaur dengan penduduk setempat. Perkiraan populasi Muslim yang berada di Jepang adalah sebanyak 100.000 jiwa.

APP18-27 TOKYO: November 27 – A young Japanese Muslim girl offering dua after Eidul Azha prayers at Tokyo Masjid. APP photo by Jahangir Khan

Islam sampai saat ini tetap menjadi agama minoritas di Jepang, dan tidak ada tanda –tanda peningkatan. Jumlah sebenarnya dari populasi Muslim di Jepang tetap merupakan spekulasi. Hiroshi Kojima dari Institut Nasional Kependudukan dan Penelitian Jaminan Sosial dan Keiko Sakurai dari Waseda University pernah melakukan penelitian statistik terhadap populasi warga muslim di Jepang. Estimasi mereka menunjukkan populasi Muslim sekitar 70.000, yang mungkin 90% adalah orang asing dan sekitar 10% asli Jepang.

ASYA'NIN EN UZAK NOKTASI JAPONYA'DA YASAYAN MUSLUMANLAR, BASKENT TOKYO'DA KURBAN BAYRAMINI COSKUYLA KUTLADI. TURKIYE TARAFINDAN YAPTIRILAN TOKYO CAMISI VE TURK KULTUR MERKEZI'NDE BIR ARAYA GELEN BU ULKEDE YASAYAN JAPON, TURK VE FARKLI MILLETLERDEN HER YASTA MUSLUMAN CAMIYI, CAMININ SOSYAL TESISLERINI VE AVLULARINI DOLDURDU. (ANADOLU AJANSI - ALI IHSAN CAM)(20111106)

Di Jepang, pemerintah tidak pernah memperhitungkan agama sebagai bagian dari statistik. Pemerintah tidak pernah menyimpan data statistik apapun tentang jumlah warga Muslim di Jepang. Baik warga asing maupun etnis Jepang tidak pernah ditanya tentang agama mereka oleh lembaga resmi pemerintah.

Masjid-Masjid Di Jepang

Ada sekitar 50 masjid di seluruh Jepang. Tapi yang benar-benar memiliki dekorasi dan arsitektur Islam hanya ada sebanyak 15 masjid. Masjid pertama di Jepang dibangun di Osaka dan digunakan untuk tahanan Muslim Rusia pada tahun 1905. Komunitas Muslim Turko-Tatar kemudian mendirikan sebuah Masjid di Kobe pada tahun 1935 diikuti dengan Masjid Tokyo yang selesai dibangun pada tahun 1938.

Berikut penampakan beberapa masjid yang ada di Jepang :

Masjid Tokyo Camii - Tokyo
Masjid Tokyo Camii – Tokyo
Masjid An-Nur - Niigata
Masjid An-Nur – Niigata
Masjid Asakusa - Tokyo
Masjid Asakusa – Tokyo
Masjid Jami Yokohama
Masjid Jami Yokohama

Untuk daftar list masjid-masjid yang ada di Jepang bisa dicek pada situs : masjid.jp

Demikianlah ulasan sejarahperkembangan Islam di Jepang dari kami semoga bermanfaat

source : wikipedia islamic monitor

Facebook Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!