Mengenal Seijin no Hi (Hari Kedewasaan) di Jepang

Dalam Kesempatan kali ini saya akan membahas salah satu hari libur nasional yang penting di jepang yaitu Sejin no Hi / Hari Kedewasaan. Seijin no Hi dilaksanakan pada Hari Senin di Minggu Kedua Januari, karena itu tanggalnya tiap tahun berbeda-beda. Tahun ini Seijin no Hi jatuh di Tanggal 9 Januari 2017, sedangkan Tahun lalu jatuh di Tanggal 11 Januari 2016. Seijin no Hi diadakan untuk memperingati para remaja yang baru saja menginjak umur 20 tahun yang merupakan usia dewasa di jepang.

Tradisi ini dimulai di Kota Kecil di Perfektur Saitama yaitu Kota Warabi, Kota tersebut membuat Seijin no Hi untuk memberikan harapan para generasi mudanya setelah kekalahan di perang dunuia kedua. Tak lama kemudian kota kota lainnya juga ikut menerapkan tradisi tersebut dan akhirnya Seijin no Hi ditetapkan menjadi Hari Libur Nasional di Tahun 1948 dengan tujuan merayakan perjalanan hidup para pemuda-pemudi menjadi dewasa dan mendoakan agar mereka sukses di masa depan.

Umumnya para remaja yang berusia 20 Tahun di Seijin no Hi diundang ke Balai Kota setempat. Di situ mereka mendapatkan banyak pelajaran dan saran mengenai hak & kewajiban sebagai orang dewasa dan ada juga beberapa balai kota yang mengajak para peserta untuk mengelilingi tempat-tempat terkenal di daerahnya seperti Kuil. Para peserta biasanya juga diberi suvenir dan berbagai macam hadiah di event tersebut.

Pakaian yang dikenakan saat Seijin no Hi juga bukan merupakan pakaian biasa, sehingga memerlukan banyak persiapan. Para Perempuan biasanya memakai Furisode, yaitu Kimono Lengan Panjang yang dikenakan Wanita yang belum menikah. Sedangkan Para Pria menggenakan pakaian tradisional jepang seperti Hakama, tapi akhir-akhir ini banyak juga yang memakai pakaian ala barat seperti Jas.

Tapi terkadang hari bersejarah ini malah disalah artikan, sehingga ada beberapa pihak yang malah menggelar Pesta Liar yang melibatkan Sex Bebas, Balapan Liar dan Alcohol. Setiap tahun di jepang selalu saja ada sekolompok orang yang ditangkap polisi karena berbuat onar di Seijin no Hi. Karena itu beberapa kota di jepang mengusulkan untuk mengevaluasi ulang Hari Libur Nasional ini karena pengaruh buruknya semakin banyak. Tapi pemerintah pusat malah mempertimbangkan menurunkan usia dewasa di jepang yang semula 20 Tahun menjadi 18 tahun.

Tahun lalu diperkirakan ada 1.21 Juta orang yang mengikuti Seijin no Hi yang terdiri dari 620.000 Pria & 590.000 Perempuan. Jumlah tersebut menurun 50.000 dari tahun sebelumnya dan diperkirakan tahun ini jumlahnya akan lebih menurun lagi. Kalau pemerintah tidak berbuat apa-apa mengatasi angka kelahiran yang terus menurun di jepang, maka diperkirakan di tahun 2025 hanya 1 Juta orang yang mengikuti Seijin no Hi.

Saat beranjak dewasa kita harus semakin sadar & patuh terhadap tanggung-jawab dan aturan di masyarakat. Tapi kita juga tidak boleh melupakan aspek-aspek berharga dari masa kecil kita seperti rasa ingin tahu, motivasi, dan harapan masa depan. Seperti kata Literatur dari Inggris C.A. Lewis yang berkata ‘Suatu hari kita kau akan cukup tua untuk membaca cerita dongeng lagi‘.

Leave a Reply