Stalker Pelaku Penikaman Idol Cantik Tomita Mayu Dituntut Hukuman Penjara Selama 17 Tahun

Masih ingat dengan kasus penikaman idol Tomita Mayu yang hampir merenggut nyawa doi pada bulan Mei 2016 tahun lalu? Pada minggu ini persidangan sang pelaku tersebut akhirnya dimulai. Idol Tomita Mayu yang koma selama 2 minggu tersebut hadir di persidangan dan memberikan kesaksian.

Tomohiro Iwazaki (28), pengangguran, dituntut dengan tuduhan percobaan pembunuhan dengan penikaman terhadap Mayu Tomita (21), di kota Koganei Barat Tokyo. Sidang sendiri diadakan di Pengadilan Distrik Tokyo cabang Tachikawa. Tomita hadir dalam sidang tersebut bersaksi dengan menggunakan layar yang memisahkan doi dengan sang terdakwa.

Di sidang tersebut sang terdakwa tampak tersenyum tidak menyesali perbuatannya ketika doi membacakan pernyataannya. Tomita dengan ucapan yang tertatih-tatih mengatakan terdakwa bukan seorang fan namun seorang stalker. Doi mengatakan dia telah merenggut masa depan doi dan menuntut agar dia menghilangkan bekas luka yang diakibatkannya. Doi sangat frustasi dan tidak dapat memaafkan sang terdakwa tersebut.

Doi juga mengatakan sang terdakwa akan melakukan hal yang sama lagi dan meminta pihak kepolisian untuk tidak melepaskannya dan berharap terdakwa mati membusuk di penjara selama sisa hidupnya yang kemudian dibalas oleh sang terdakwa dengan teriakan meminta doi membunuhnya. Dengan terisak-isak doi mengatakan terdakwa membencinya dan akan mencoba untuk membunuhnya lagi. Tanpa perasaan bersalah sang stalker keji tersebut pun berteriak lagi kepada doi dan mengatakan dia tidak mungkin akan membunuhnya yang pada akhirnya membuat sang hakim memutuskan untuk mengeluarkan sang terdakwa dari ruang sidang dan membuat proses sidang ditunda sementara.

Penampilan doi sebelumnya dalam serial Kamen Rider Fourze

Dalam sebuah surat yang dibuat doi pada bulan Desember 2016, Tomita mengatakan pihak Kepolisian Metro Tokyo tidak mampu dan gagal untuk melindunginya dalam bahaya meskipun doi sudah melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib karena doi pada saat itu sudah merasa dikuntit oleh terdakwa. Empat bulan sebelum kejadian tersebut terjadi, sang terdakwa secara konstan berkicau di media sosial twitter membuat pernyataan bahwa terdakwa sangat suka dan ingin menikahi doi. Pada akhirnya kepolisian tidak menggubris laporan doi dan terjadilah kasus penikaman tersebut.

Setelah kejadian, pihak kepolisian akhirnya meminta maaf kepada doi dan merilis hasil investigasi dari kejadian tersebut. Pihak kepolisian mengakui keteledorannya dan mengatakan harusnya petugas pada saat itu serius menanggapi laporan tersebut dan langsung mengambil langkah cepat untuk melindungi doi.

Jaksa penuntut dalam sidang mengatakan ada kesengajaan untuk menyerang dan niat yang kuat untuk membunuh dari sang terdakwa. Jaksa menuntut sang terdakwa dengan hukuman penjara selama 17 tahun dan vonis pengadilan akan dijatuhkan pada tanggal 28 Februari mendatang.

source : news24

2 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.