Mengenal “Namazu” Ikan Lele Dari Jepang Yang Dapat Menyebabkan Gempa Bumi Dahsyat

Karena lagi heboh tentang ikan lele di media sosial tidak ada salahnya mimin membuat artikel serupa tentang ikan lele namun lele yang ini lebih kewibuan karena berasal dari Jepang. Dalam legenda Jepang dikenal dengan adanya ikan lele bernama Namazu atau Onamazu yang biasa menyebabkan gempa bumi.

Doi dalam mitologi diceritakan tinggal dalam lumpur yang berada dibawah kepulauan Jepang dan dijaga oleh Dewa Kasima yang menahan lele tersebut dengan batu. Saat Kasima lengah, Namazu akan menggunakan saat-saat ini untuk menggoyangkan ekornya dan menyebabkan gempa besar di dunia manusia.

Gambaran Namazu sudah dikenal sejak abad kelima belas, namun hanya pada akhir abad kedelapan belas ia menjadi terkait dengan bencana alam. Pada abad ke-19 atau setelah gempa dahsyat Edo pada tahun 1855, Numazu dianggap sebagai penghukuman atas keserakahan manusia dan menyebabkan orang-orang kaya mendistribusikan kekayaan mereka kepada orang tidak mampu.

Namazu kemudian disembah sebagai yonaoshi daimyojin atau dewa rektifikasi dunia. Para seniman pada saat itu menerbitkan lebih dari 300 cetakan namazu-e berbeda sebagai respon terhadap gempa bumi pada saat itu. Para seniman mencoba menggambarkan aspek positif (redistribusi kekayaan) untuk meningkatkan moral dari orang yang selamat.

Tokoh Namazu juga digunakan sebagai satire atau gaya bahasa untuk menyatakan sindiran terhadap para aristokrasi dan para pegawai negeri yang tidak kompeten bersembunyi dari tanggung jawab atas bantuan setelah bencana gempa bumi tersebut.

Mengesampingkan mitologi tersebut, di Jepang terdapat spesies ikan lele yang juga disebat sebagai Namazu. Ikan dengan nama latin Silurus Asotus tersebut memiliki tubuh panjang tanpa sisik dengan sirip punggung kecil dan memiliki dua pasang kumis. Ikan ini berwarna coklat tua atau coklat kehijauan dengan perut berwarna kuning atau putih. Ikan ini dapat tumbuh sampai berukuran 30 sampai 50 cm. Ikan ini dapat ditemui di sungai dan danau di seluruh Jepang dari Hokkaido dan Honshu sampai Kyushu

Dalam sebuah jurnal klasik bernama Ansei Kenbunshi menyebutkan bahwa tepat sebelum Gempa Edo dari 1855 terjadi, ikan lele saat itu menjadi luar biasa aktif. Begitu juga pada tahun 1923 sebelum terjadinya gempa bumi besar Kantoku, ikan lele terlihat memercikkan air di sebuah kolam di Mukojima, Tokyo. Dan pada hari bencana yang sama, lele dalam jumlah banyak dilaporkan telah berperilaku tak menentu di permukaan kolam di Kugenuma, di Prefektur Kanagawa.

Namazu dalam anime Inu Yasha

Ikan lele biasanya tinggal di dasar danau atau kolam yang berlumpur sehingga mungkin hewan tersebut dapat merasakan perubahan arus listrik yang dihasilkan di bawah tanah sebelum gempa terjadi. Beberapa ilmuwan mempercayai bahwa ikan lele jepang dapat mendeteksi getaran sebelum terjadinya gempa namun sejauh ini bukti kuat untuk mendukung teori ini masih sangat sedikit.

Mungkin suatu hari nanti ikan lele dapat benar-benar digunakan ilmuwan untuk memprediksi aktivitas gempa yang akan terjadi.

source : wiki scientificamerican

Facebook Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!