Studio Khara Memenangkan Gugatan Menuntut Pembayaran Hutang 100 Juta Yen ke Studio Gainax

Kemarin seorang Hakim di Pengadilan Distrik Tachikawa Tokyo memerintahkan Studio Gainax untuk membayar 100 Juta Yen ke Studio Khara. Studio Khara mengajukan tuntutan hukum pada bulan Desember 2016 kemarin melawan Gainax mengenai hutang 100 juta yen. Gainax sepertinya tidak akan mengajukan banding sehingga keputusan tersebut menjadi final, sementara pihak Khara menolak berkomentar.

Pertikaian ini dimulai ketika dulu Khara & Gainax membuat perjanjian kalau Khara akan mendapatkan Royalti dari Gainax dari Proyek yang dulu pernah dibuat pendiri Khara yaitu Hideaki Anno. Khara menuduh Gainax menunda-nunda membayar royaltinya, dan akhirnya Gainax terjebak hutang besar kepada Khara. Khara juga meminjamkan 100 juta yen pada Agustus 2014, namun belum menerima pembayaran dan menuntut sekitar jumlah tersebut.

Setelah Khara mendaftarkan gugatan pada akhir tahun lalu, President Gainax yaitu Hiroyuki Yamaga menulis permohonan maaf kepada semua yang terlibat. Beliau mengatakan kalau Gainax masih dalam tahap restrukturisasi, tapi dalam waktu dekat akan kembali memulai produksi anime sebagai bisnis utamanya lagi.

Anno & Yamaga dulu merupakan teman dekat saat di Universitas Seni Osaka. Mereka berdua bersama Okada Toshio, Yoshiyuki Sadamoto, Shinji Higuchi, Yasuhiro Takeda dan Akai Takami menderikan Daicom Film di Tahun 1985 yang nantinya berubah nama menjadi Gainax. Mereka melahirkan banyak karya legendaris seperti Evangelion, Gunbuster, Nadia dan Kare Kano. Anno kemudian meninggalkan Gainax untuk mendirikan Studio Khara di Tahun 2007, di studio barunya Anno mengerjakan Anime Evangelion baru dan Movie Shin Godzilla.

One Comment

Leave a Reply