Desainer Karakter Anime Naruto Memaksa Anak Buahnya Yang Ingin Keluar Untuk Membayar 900.000 Yen Terlebih Dahulu

Dibalik luar biasanya berbagai karya Anime yang ada, pasti hampir selalu saja ada cerita gelap di baliknya. Kali ini salah satu Mantan Animator Studio Pierrot lewat Akun Twitter bernama @noryogin mengungkapkan berbagai sisi gelap dari pekerjaannya. Noryogin tidak menyukai atasannya yang mementingkan jumlah anime daripada kualitas anime yang menyebabkan motivasi & skill para animatornya stagnan, selain itu beliau merasa animator diperlakukan seperti alat yang bisa dibuang.

Noryogin sendiri dikalangan rekan sekerjanya dipandang sebagai Senpai yang bisa dipercaya dan sabar mengajari para animator yang baru masuk, beliau juga terkadang mentraktir Yakiniku ke para Juniornya yang selesai mengerjakan tugas berat. Awalnya ketika Noryogin berniat mengundurkan diri, para juniornya berniat mengikutinya, tapi berubah karena syarat yang diajukan atasan mereka terlalu berat.

Atasan Noryogin adalah nama yang tidak asing lagi di dunia anime yaitu Nishio Tetsuya yang merupakan Desainer Karakter di Anime Naruto & Boruto. Awalnya ketika mengungkapkan kepada atasannya kalau Noryogin ingin keluar, Atasannya mengajaknya makan dan mengatakan kalau akan membantu Noryogin jika mempunyai masalah di dunia kerja.

Noryogin yang lama memendam ketidakpuasan atas situasi kerjanya tetap menyerahkan surat pengunduran diri, pihak studio malah menyuruhnya membayar 900.000 Yen sebagai pengganti biaya pelatihan animator jika ingin keluar. Karena saat itu Noryogin sudah habis kesabarannya dan tidak ingin terlibat dengan Studio Pierrot lagi, maka beliau memutuskan membayar uang tersebut.

Tapi beberapa waktu kemudian Noryogin menyesali keputusan membayar 900.000 yen tersebut, seharusnya beliau menempuh jalur hukum terlebih dahulu. Tapi waktu itu Intimadasi dari atasannya membuatnya tidak bisa bicara banyak dan para juniornya yang semula mengikutinya juga meninggalkannya ketika tau harus membayar 900.000 Yen.

Para Netizens yang mendengar cerita ini tentu saja marah dan berkomentar macam-macam sebagai berikut :

“Aku tidak mengerti kenapa dia harus membayar”

“Dia membayar 900.000 Yen ? itu sudah termasuk pemerasan”

“Kupikir di studio manapun itu sama semua”

“Tidak ada Juniornya yang mengikuti langkahnya ? Memalukan”

Tentu saja praktek baru menagih uang pelatihan saat animator ingin keluar itu benar-benar aneh, bagiku hal tersebut hanya menjadikan animator sebagai budak studio yang tidak bisa kabur saja. Bagaimana menurut kalian ?

Source : SoraNews

One Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.