Asosiasi Pengacara di Osaka Memprotes Polisi Yang Mencegah Terdakwa Wanita Mengenakan Bra di Pengadilan

Sebuah kelompok pengacara yang bermarkas di Osaka memprotes keputusan polisi setempat yang tidak mengizinkan terdakwa yang merupakan seorang wanita mengenakan bra di pengadilan, mereka menyatakan hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Dalam sebuah petisi tertulis yang dikirim pada 31 Oktober, Osaka Bar Association mengatakan bahwa wanita berusia 40-an yang ditahan di sebuah penjara di Osaka tersebut tidak diberi izin mengenakan bra saat sidang pertama persidangan di Pengadilan Distrik Osaka pada bulan Juli 2017 kemarin, yang membuatnya harus menutupinya dengan t-shirt dan cardigan saja.


Berdasarkan keterangan kepolision Osaka bahwa seorang terdakwa tidak diperbolehkan mengenakan bra di fasilitas penahanan polisi setempat karena tali pengikatnya dapat digunakan untuk menyakiti diri sendiri, namun terdakwa biasanya diperbolehkan mengenakannya di pengadilan jika meminta izin.

Mengenai insiden tersebut, seorang petugas penjara Osaka mengatakan, “Kami tidak mengetahui permintaan menggunakan bra” dari terdakwa. Undang-Undang sendiri menyatakan bahwa narapidana diizinkan memakai pakaian mereka sendiri jika tidak ada menganggu proses penahanan.

Source : Japan Today

One Comment

Leave a Reply