[C3AFASG 2017] Interview Eksklusif OtaCouncil Bersama Penyanyi Anisong Mashiro Ayano

Mashiro Ayano adalah seorang penyanyi anisong yang berasal dari Hokkaido dan saat ini bernaung dibawah label rekaman Sacra Music. Mashiro Ayano merilis single pertamanya yang berjudul ideal white pada tanggal 23 Oktober 2014 dan digunakan sebagai lagu tema pembuka untuk anime Fate/stay night: Unlimited Blade Works. Sejak saat itu berbagai lagunya digunakan sebagai lagu tema untuk berbagai anime terkenal seperti Gunslinger Stratos dan D.Gray-Man Hallow. Single keenamnya yang berjudul starry akan dirilis pada tanggal 17 Januari 2018 mendatang dan akan digunakan sebagai lagu tema pembuka untuk anime Record of Grancrest War.

Pada event C3AFA Singapore 2017 di Singapura, tim Otacouncil berkesempatan untuk melakukan interview eksklusif dengan Mashiro Ayano. Berikut hasil wawancaranya :

Q : Apa yang bisa kamu beritahu kepada para fans tentang lagu barumu yang berjudul starry?

A : Pada bulan Mei ini saya merilis single baru saya yang berjudul NEWLOOK dan tahun depan saya akan merils single baru saya starry yang menjadi lagu tema untuk anime Grancrest Senki. Sejauh ini bahkan di Jepang sendiri belum ada berita atau informasi untuk single tersebut, jadi saya berharap para fans termasuk yang di Singapura untuk dapat bersabar menunggu beritanya.

Q : Pada single barumu yang berjudul NEWLOOK tampaknya kamu mengubah stylemu menjadi lebih dewasa. Apakah ada alasan dibalik hal tersebut?

A : Wah benarkah terlihat lebih dewasa? Kalau melihat lagu-lagu saya sebelumnya kostum yang saya kenakan terlihat seperti kostum pada anime. Lirik lagu NEWLOOK lebih bertema kehidupan sehari-hari dan saya ingin terlihat lebih bisa diandalkan. Untuk kostumnya juga memiliki style untuk penampilan sehari-hari dan itu sebabnya mungkin terlihat lebih dewasa.

Q : Bagaimana perasaanmu setelah diundang ke berbagai event di Singapura dalam tiga tahun ini?

A : Negara luar negeri yang pertama kali saya kunjungi adalah Singapura dan Ini adalah ketiga kalinya saya berkunjung ke Singapura. Saya menyadari ketika perform semua penonton tahu bagaimana caranya menikmati konser dan pada malam ini pun saya merasa dapat menikmati konser ini dengan perasaan yang nyaman, tidak khawatir dan tidak gugup.

Q : Apakah ada sesuatu yang menginspirasimu untuk menyanyikan lagu untuk anime ?

A : Banyak hal yang menginspirasi saya. CD pertama yang saya beli adalah CD Nami Tamaki – Believe yang menjadi lagu tema untuk Gundam Seed dan waktu live saya juga pernah mengcovernya. Kukira ini merupakan lagu yang penting dan menginspirasi saya.

Q : Sebelum lagu major debutmu yang berjudul ideal white dirilis, kamu memperkenalkan lagu Setsuna Chronicle dan Wingless Diver. Apa yang bisa kamu beritahu kepada fans tentang lagu pre-debutmu tersebut?

A : Semua fans tahu lagu ideal white merupakan lagu debut saya yang digunakan sebagai lagu tema untuk anime namun sebelum itu ketika pre-debut lagu saya ditampilkan dalam sebuah majalah dan lagu Setsuna Chronicle dan Wingless Diver merupakan lagu demo.

Q : Kami dengar kamu menyukai makanan pedas. Bagaimana kamu menjaga suaramu ketika menikmati makanan pedas?

A : Saya akhir-akhir ini memang makan terlalu banyak hahaha. Namun ketika skedul atau konser saya tidak terlalu padat saya akan menikmati makanan pedas karena itu akan memotivasi saya untuk live selanjutnya. Singapura sepertinya memiliki banyak makanan pedas ya?
(Intepreter : Tentu saja banyak makanan pedas disini Mashiro Ayano : Terbaik hahaha)

Q :Apakah ada makanan yang ingin kamu coba di Singapura?

A : Ini ketiga kalinya saya ke Singapura dan banyak makanan yang ingin saya coba. Untuk makan siang tadi saya makan chicken rice. Saya makan itu juga di Jepang dan kadang-kadang saya juga membuatnya sendiri.

Q : Kenapa danau Toya terpilih sebagai setting tempat untuk video musik Syunso no Machi?

A : Saya berasal dari Hokkaido dan Toyako adalah kampung halaman saya. Saya ingin membuat video musik dengan background kampung halaman saya. Tahun lalu ketika saya ke Resorts World Sentosa untuk event Hello Hokkaido! di Singapura saya bisa menyanyikan lagu tersebut berkali-kali dan hal itu membuat saya senang.

Q : Sehubungan dengan karirmu, apakah ada sesuatu yang ingin kamu lakukan dan raih di masa depan?

A : Di Jepang saya melakukan banyak live perform juga diundang ke luar negeri bahkan saya juga bisa ke Singapura tiga kali. Saya berharap suatu saat bisa mengadakan one man live ketika datang lagi.

Q : Apa konsep dari album pertamamu yang berjudul White Place?

A : Siapapun itu baik yang baru pertama kali mendengar lagu saya, album tersebut seperti kumpulan all best lagu saya yang dirilis. jadi buat siapapun baik itu yang baru atau sudah mendengarkan lagu saya akan dapat menikmati lagu di album tersebut dan itu merupakan konsep dibalik album tersebut.

Q : Baru-baru ini kamu mendapatkan peran dalam film live action yang berjudul Principal Koisuru Watashi . Bisa ceritakan bagaimana perasaanmu ketika pertama kali berakting?

A : Saya biasanya hanya menyanyi dan berakting itu seperti sesuatu yang sangat berbeda untuk saya. Hal yang menarik adalah syuting film ini berlokasi di Hokkaido yang merupakan kampung halaman saya dan saya mendapatkan peran sebagai anak sekolah. Berakting itu lumayan susah namun saya juga mendapatkan pengalaman yang berharga.

Q : Apakah kamu mempunyai rencana untuk mengadakan live tour setelah mengadakan konser pada tanggal 22 April 2018 nanti?

A : Hmm sulit untuk mengatakan iya atau tidak, tapi saya suka perform jadi mudah-mudahan akan ada berita menarik tentang hal tersebut setelah konser di bulan April yang dapat kalian nantikan.

Q : Bagaimana perasaanmu bisa perform di Singapura untuk ketiga kalinya?

A : saya dengar dari banyak orang yang katanya orang Singapura itu pemalu dan malam ini ketika saya perform saya berharap dapat mengeluarkan energi semua orang agar bisa lompat dan berteriak menikmati konser bersama saya.

Q : Apa arti dari lagu Nami Tamaki yang berjudul Believe untukmu?

A : Karena lagu Believe saya dapat melihat dunia yang berbeda yang tidak pernah saya lihat sebelumnya di Jepang saya bisa berkolaborasi dengan artis lain dan ketika melakukan cover dari lagu tersebut saya merasa dapat mengambil lagu orisinilnya, membawakannya dan mengintroduksikannya kembali untuk semua orang itu merupakan pengalaman yang berharga untuk saya.

Q : Lagu-lagumu dipakai sebagai lagu tema untuk berbagai anime terkenal. Apakah ada diantara dari lagu tersebut yang paling memorable untukmu?

A : Lagu ideal white merupakan lagu yang spesial untuk saya karena lagu tersebut merupakan kick starter untuk saya sebagai penyanyi anisong. Lotus Pain juga merupakan lagu yang spesial untuk saya karena saya menulis liriknya sendiri dan lagu tersebut menjadi ending tema untuk anime D.Gray-man Hallow. Saya merupakan fans serial tersebut sedari kecil. Lagu Lotus Pain memiliki genre slow ballad dan ideal white up-tempo music kalian dapat menikmati dua lagu tersebut karena keduanya memiliki tipe musik yang berbeda dan keduanya merupakan lagu yang sangat penting untuk saya.

Q : Apakah ada band yang mempengaruhi gaya bermusikmu?

A : Saya suka lagu rock, band kesukaan saya adalah L’Arc~en~Ciel dan The Gazette. Band tersebut menginspirasi gaya bermusik saya.

Tanpa terasa sesi eksklusif interview dengan Mashiro Ayano pun sudah usai.

Demikianlah interview antara tim Otacouncil bersama Mashiro Ayano. Mudah-mudahan kedepannya Mashiro Ayano berkesempatan untuk bisa mengunjungi Singapura dan Indonesia dan kami mendapat kesempatan lagi untuk melakukan interview lebih lanjut bersama Mashiro Ayano.

Leave a Reply