[C3AFASG 2017] INTERVIEW EKSKLUSIF OTACOUNCIL BERSAMA PENYANYI ANISONG MAY’N

May’n adalah diva anisong yang berasal dari Nagoya dibawah label rekaman Flying Dog. May’n memulai karir didunia tarik suara setelah lolos dalam audisi HoriPro – Talent Scout Caravan – Love Music – Audition. Karirnya menanjak pesat ketika dia mengisi suara untuk lagu-lagu Sheryl Nome yang populer dengan panggilan “Ginga no Yousei” diseri anime Macross Frontier. Album kelimanya yang berjudul Peace of Smile baru saja dirilis pada tanggal 18 Oktober 2018 lalu sempat menduduki urutan ke-13 dalam Oricon Chart.

 

Q : Beberapa saat yang lalu anda berkolaborasi dengan WUG untuk menyanyikan lagu “One in A Billion” sebagai pembuka anime “Isekai Shokudou”, bisakah anda ceritakan tentang kolaborasi ini  dan apa yang kau rasakan saat tampil dengan WUG sebagai idol group?

A : Saya sendiri fans Wake Up Girls! Saat live penampilan mereka terlihat keren namun juga imut dan sejak saat itu saya mulai menyukai mereka.  Suatu saat saya diberitahu bahwa saya mendapat kesempatan untuk berkolaborasi bersama Wake Up Girls!

Q : Anda baru saja merilis album baru yang berjudul “Peace of Smile”, pesan apa yang ingin anda sampaikan didalam album ini?

A : Konsep paling utamanya adalah “senyum” dan “menyenangkan”. Setelah 10 tahun berkarir, saya berpikir daripada menciptakan karya yang keren lebih baik menciptakan karya dimana saat orang-orang mendengarkan album ini mereka menjadi bersemangat dan dari situ muncul senyum. Saat rekaman pun saya menyanyi dengan riang seperti sedang live.

Q : Bagaimana perasaanmu saat kembali ke Singapore kali ini?

A : Tahun ini adalah kesepuluh kalinya saya datang ke Singapore. Setiap kali datang ke Singapore muncul perasaan “aku pulang!”.  

Q :  Hal baru yang kamu coba adalah berakting didrama panggung musikal berjudul Fantasia sebagai Putri Kaguya. Dapatkah kamu ceritakan kepada kami bagaimana kamu terlibat di projek tersebut?

A:  Sejak awal saya suka dengan teater musikal. Saya pribadi sering menonton teater musikal. Ikut bermain didalam teater musikal sudah menjadi bagian dari cita-cita saya sejak lama. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga.

Q : Kamu harus bernyanyi dan perform di drama musikal tersebut dan musiknya bergenre seperti musik tradisional. Apa yang bisa kamu ceritakan tentang musiknya tersebut?

A : Fantasia adalah drama teater bertema elektro dance musik . Meskipun sekilas tampak seperti kesenian modern, namun liriknya kental dengan dialek lama yang saat ini sudah sangat jarang digunakan pada zaman sekarang. Jadi ini merupakan perpaduan antara tradisional dengan modern   

Q : Pada bagian terakhir putri Kaguya kembali ke bulan, seperti apa adegannya?

A : Adegan ini tidak menggunakan tali atau semacamnya, hanya berjalan kembali kearah bulan besar yang ada dipanggung. Didalam scenario putri Kaguya diceritakan sebagai putri bulan tidak bisa tinggal dibumi bersama manusia namun disisi lain dia enggan untuk kembali ke bulan.   

Q : Tahun lalu anda sempat menyatakan bahwa ingin segera mencapai usia 30 tahun, selain drama musical adakah target yang ingin anda capai?

A :  Di Jepang angka 30 tahun atau yang lebih sering disebut “Asara” bukanlah sesuatu yang bisa dibilang positif. Saat masih muda saya ingin cepat-cepat beranjak dewasa dan saat berumur 20 tahun saya merasa belum sampai ketahap itu.  Diusia ke-28 tahun ini saya sudah mulai merasakan perubahan kearah kedewasaan. Tidak ada target spesifik yang ingin dicapai sebelum umur 30 tahun, justru saya menantikan hal baru dan tantangan yang akan saya hadapi diusia 30 tahun.

Q : Sebagai diva di Macross Frontier, bagaimana perasaanmu saat melihat Walkure dari Macross Delta?

A : Luar biasa! Menyanyi, menari dan dance. Saya sendiri dulu pernah menyanyi bersama Megumi-chan (Nakajima Megumi), walaupun lebih cenderung ke solo. Rasanya luar biasa sekali melihat para seiyuu berkumpul dan tampil bersama dilive performance.

Q : Adakah hal yang memotivasimu untuk menggunakan nama panggung May’n daripada menggunakan nama asli?

A : Saat debut saya menggunakan nama asli. Saat sedang galau memikirkan masa depan karir, muncul pembicaraan tentang Macross Frontier. Dari situ muncul semangat untuk berusaha lebih baik lagi dan sejak saat itu saya mengambil keputusan untuk mengubah nama menjadi May’n. Dulunya tidak pernah terlintas didalam pikiran untuk tampil diluar Jepang, namun sekarang saya bersyukur karena diluar negeri nama May’n lebih mudah diucapkan.  

Q : Apakah ada pengalaman menarik ketika kamu melakukan kolaborasi dengan Wake Up, Girls! ?

A : Umur mereka berbeda-beda dan umur saya diatas mereka. Mereka memiliki tekad yang kuat dan keinginan untuk berkembang. Diwaktu senggang pun mereka lebih memilih untuk berlatih, melihat hal seperti ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan disini saya benar-benar bersemangat.

Q : Didalam album “Peace of Smile” apakah ada lagu yang memotivasi anda untuk menyanyi?

A : “Kimi to no Kyou, Watashi no Koe” dinyanyikan oleh karakter di Aquarion Logos. Saya menulis lagu ini saat gelisah setelah memutuskan operasi tenggorokan. Setelah pulih dan bisa melanjutkan rekaman lagu ini menjadi kenangan tersendiri.

Q : Setelah sekian lama, Sheryl Nome mendapat lagu baru berjudul “Gorgeus ” pada Macross 35th Anniversary Project, apa yang kau rasakan tentang kembalinya Sheryl Nome dengan lagu barunya?  

A : Walaupun serial Macross Frontier sudah 10 tahun berlalu, banyak pesan positif yang saya terima tentang lagu baru baik dari fans di Jepang maupun dari luar Jepang. Saya senang sekali Sheryl mempunyai banyak fans dan diidolakan seperti bintang galaksi.   

Q : Berhubung anda cukup aktif dan mempunyai banyak fans diluar Jepang, apakah ada objek wisata atau budaya Jepang yang bisa anda rekomendasikan untuk para fans?

A : Hmmm… Berhubung saya penggemar taiyaki, saya ingin para fans untuk mencoba taiyaki! Banyak toko yang menjual taiyaki tapi saya merekomendasikan taiyaki original di Azabu Jyuban. Disana konsumen dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan taiyaki. Tradisi ini sudah berjalan selama 100 tahun, jadi menurut saya hal ini lekat sekali dengan budaya Jepang.

Demikian sesi eksklusif interview antara Otacouncil dengan May’n. Mudah-mudahan kedepannya May’n kembali mendapat berkesempatan untuk bisa mengunjungi Singapura dan Indonesia dan kami mendapat kesempatan lagi untuk melakukan interview lebih lanjut bersama May’n.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.