Wah!! Para Arkeolog Mengklaim Telah Berhasil Menemukan Tubuh Panglima Legendaris Dynasty Warriors Cao Cao

Buat para penggemar sejarah Tiongkok kuno atau penggemar berat game Dynasty Warriors past sudah tidak asing lagi dengan Cao Cao. Cao Cao (155–220 CE) adalah seorang politikus sekaligus jendral pada masa Dinasti Han akhir. Kisah beliau kemudian diabadikan dalam novel Tiongkok Romance of the Three Kingdoms dimana beliau digambarkan sebagai penguasa kejam dan juga ahli taktik yang brilian.

Baru-baru ini para arkeolog Cina percaya bahwa mereka telah menemukan jasad tubuh panglima perang paling legendaris Tiongkok tersebut. Institut Relik Kebudayaan dan Arkeologi Provinsi Henan mengatakan mereka menemukan jasad tersebut di dalam makam di kompleks makam besar di wilayah Anyang Henan.

Situs pemakaman besar tersebut ditemukan pada tahun 2009 dan pada saat itu para arkeolog menduga jasad Cao Cao dikebumikan disana namun pengumuman tersebut disambut dengan sikap skeptis dari banyak kalangan. Penggalian kemudian dilakukan pada tahun 2016 dan 2017 dan baru-baru ini terungkap para arkeolog mengklaim menemukan jasad seorang pria berusia enam puluhan yang diidentifikasi sebagai Cao Cao.

Jasad Cao Cao ditemukan dikebumikan disamping tubuh dua wanita, satu berusia lima puluhan dan yang lain berusia dua puluhan. Jasad wanita tersebut belum diidentifikasi namun diduga jasad itu adalah ibu dari dua anak Cao Cao, putra tertuanya Cao Ang yang meninggal dalam pertempuran dan Cao Pi putra keduanya yang menjadi kaisar pertama dari negara Cao Wei.

Kompleks pemakaman besar Cao Cao tampaknya telah hancur sebagian dan ada kekurangan yang aneh didaerah itu yang menyebabkan para ahli percaya bahwa Cao Pi akhirnya memiliki pemikiran lain tentang makan agung ayahnya. Dalam legenda Cao Cao dengan tegas menentang posisi makamnya diketahui dan memerintahkan agar 72 peti mati dibuat untuknya dan dimakamkan di 72 lokasi berbeda di seluruh negara untuk membingungkan para perampok kuburan.

Namun, para ahli menduga demi kepentingan bakti, Cao Pi memutuskan untuk menentang keinginan ayahnya dan menguburkannya di sebuah makam besar berukuran kaisar dengan berbagai monumen resmi negara. Baru kemudian Cao Pi berubah pikiran, memutuskan untuk meruntuhkan monumen untuk menyembunyikan situs tempat peristirahatan terakhir ayahnya.

source : Shanghaiist

One Comment

Leave a Reply