Waduh!! Tiongkok Berencana Akan Menghukum Orang-Orang Yang Bercosplay Menjadi Tentara Jepang

Kabar buruk buat para cosplayer di negeri tirai bambu. Negara China saat ini sedang mempertimbangkan untuk menghukum para cosplayer yang berdandan sebagai tentara Jepang melalui rancangan undang-undang baru mereka yang bertujuan untuk menghormati para pahlawan yang telah gugur mengorbankan hidup mereka untuk negara.

Badan legislatif tertinggi negara itu memperkenalkan rancangan kedua dari “undang-undang perlindungan pahlawan dan martir,” yang pertama kali diperkenalkan pada bulan Desember lalu. Menurut media pemerintah, draft baru menambahkan klausul untuk menghukum orang-orang yang “mengagungkan perang atau tindakan invasi,” mengutip insiden baru-baru ini orang bercosplay sebagai tentara Jepang selama Perang Dunia II sebagai alasannya. Media tersebut belum menyebutkan hukuman apa yang mungkin akan diterima para cosplayer tersebut.

Foto-foto orang-orang yang bercosplay sebagai tentara Jepang di tempat-tempat bersejarah muncul di berbagai media sosial Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir. Dikenal sebagai jingri para cosplayer tersebut adalah penggemar militerisme Jepang yang ingin dilihat sebagai orang Jepang dan malu menjadi orang China. Pada acara politik penting di Beijing bulan lalu, menteri luar negeri Cina Wang Yi mengecam mereka sebagai “sampah di antara orang-orang China.”

Pada tahun 1937, tentara Jepang meluncurkan invasi dan pendudukan besar-besaran terhadap Tiongkok, yang mengakibatkan kematian jutaan tentara dan warga sipil China. Perang berlangsung selama delapan tahun hingga Jepang menyerah.

Pada bulan Februari lalu, dua pria orang China mengunggah foto berpose dalam seragam militer Jepang di depan sebuah situs peringatan di Nanjing di mana ribuan warga sipil China dibantai oleh pasukan Jepang pada tahun 1937 dan menjadi viral online. Pasangan ini kemudian ditahan di bawah penahanan administratif selama 15 hari. Dalam kasus serupa pada bulan Agustus tahun lalu, empat pria muda berpakaian seperti tentara Jepang di sebuah situs bersejarah di Shanghai dan memposting foto secara online. Tiga dari mereka ditahan.

Hmm apakah kalian setuju jika undang-undang ini juga diterapkan di Indonesia?

source : qz

One Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.